Showing posts with label Moslem Corner. Show all posts
Showing posts with label Moslem Corner. Show all posts

RAMADHAN & PENJAGAAN SHOLAT

Segala puji hanyalah bagi Allah semata, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah pada nabi junjungan kita : Muhammad SAW, yang senantiasa kita harap syafaatnya pada hari kiamat kelak. Begitu pula kepada para sahabat dan keluarga beliau yang mulia, serta seluruh pengikut risalahnya hingga akhir nanti. Setiap hari kita menjalani sholat lima waktu. Setiap kita pasti mendambakan bisa menjalankan sholat-sholat tersebut dengan optimal, agar kita bisa merasakan buah dari keberkahan sholat yang digambarkan dalam firman Allah SWT :
“ Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar “ (QS Al-Ankabut : 45).
Jelas tersirat dari ayat tersebut, bahwa sholat kita seharusnya mampu menjaga diri kita dari perbuatan dosa. Bukan sekedar sholat penggugur kewajiban saja. Namun kenyataan menunjukkan hal berbeda, betapa banyak orang yang sholat tapi masih terasa ringan dalam berbuat maksiat dan dosa. Oleh karena itu, menjadi penting bagi kita untuk berusaha meniti langkah dalam mengoptimalkan sholat kita. Setidaknya ada tiga langkah optimalisasi sholat yang perlu kita renungkan dan praktekkan dalam sholat kita sehari-hari, antara lain sebagai berikut :
  1. Optimalisasi dari sisi awal waktu
  2. Allah SWT berfirman : “Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman” (QS An-Nisa 103) Sholat adalah kewajiban yang terikat dengan waktu. Karenanya, menjadi langkah terbaik bagi seorang muslim untuk menjalankannya di awal waktu. Dalam riwayat Bukhori , Rasulullah SAW pernah ditanya oleh Ibnu Mas’ud tentang amal yang paling dicintai oleh Allah SWT, maka yang pertama beliau sebutkan adalah : “sholat pada waktunya”. Sebaliknya, bagi mereka yang meremehkan waktu sholat dengan menunda-nunda, diancam dengan kecelakaan di akhirat nanti. Allah SWT berfirman : “ kecelakaan bagi orang-orang yang sholat, (yaitu) yang lalai dari sholatnya “ (QS Al-Maun 4-5). Rasulullah SAW juga mencela sekelompok munafik di Madinah yang menunda-nunda waktu sholat ashar hingga menjelang terbenamnya matahari.
  3. Optimalisasi dari sisi berjamaah
  4. Langkah optimalisasi sholat berikutnya adalah menjaga sholat kita agar senantiasa berjamaah. Hukum sholat berjamaah bagi kaum laki-laki adalah sunnah muakkadah yang hampir mendekati wajib. Dari sisi pahala dan keutamaannya, tak kurang Rasulullah SAW menyatakan dalam haditsnya : “Sholat berjamaah lebih utama pahalanya dari pada sholat sendirian, sebanyak dua pulun tujuh derajat” (HR Bukhori Muslim). Selain menambah pahala, dengan sholat jamaah pun kita bisa merasakan hikmahnya berupa penguatan ukhuwah antara kita, tetangga atau rekan kerja.
  5. Optimalisasi dari sisi Kekhusyukan
  6. Langkah berikutnya adalah menjaga kekhusyukan sholat kita. Syeikh Muhammad Ali Tonthowi mengartikan khusyuk sebagai : ketakutan dalam hati kepada Allah SWT, yang terlihat pada anggota badan, menjadikannya tenang dan merasakan bahwa ia berdiri menghadap Allah SWT. Kekhusyukan dalam sholat adalah salah satu indikasi keberuntungan seorang yang beriman. Allah SWT berfirman : “sungguh telah beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) yang khusyuk dalam sholat-sholat mereka “ (QS Al-Mukminun 1-2). Untuk mendapatkan kekhusyukan tentu banyak hal yang harus kita upayakan, seperti : memahami fungsi dan hikmah sholat, mengenal keagungan Allah, dan tentu saja dengan memahami ucapan dan doa yang kita lantunkan dalam sholat kita.
Sahabat Muslimin yang dirahmati Allah SWT, semoga sholat yang kita jalani setiap hari tidak lagi menjadi hiasan dan penggugur kewajiban. Tetapi menjadi momentum yang dinanti-nanti untuk dijalani dengan optimal, agar mendapatkan buah dan berkahnya, di dunia maupun akhirat. Semoga Allah SWT memudahkan. Wallahu a’lam bisshowab.

Amal Unggulan di Bulan Puasa – Part 2

Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kita bimbingan dan kekuatan dalam mengisi bulan Ramadhan ini. Tidak lupa sholawat dan salam kita sampaikan kepada Rasulullah SAW, uswah dan qudwah kita dalam mengisi Ramadhan dengan segenap amal kebaikan dan ibadah yang disyariatkan. Tanpa terasa hari-hari Ramadhan terus berjalan cepat, sebelum terlambat marilah senantiasa kita mengevaluasi amal apa saja yang telah kita jalankan. Apakah benar-benar kita telah mengoptimalkan Ramadhan untuk mendulang pahalan dan keberkahan ? Atau malah justru kita melewati hari hari di dalamnya hanya dengan kemalasan dan amal ibadah seadanya ?.
Pada postingan sebelumnya kita telah membahas dua ibadah unggulan di bulan Ramadhan, yaitu Qiyam Ramadhan atau yang biasa disebut dengan sholat tarawih, serta tadarus atau membaca dan mempelajari kitab suci Al-Quran. Selain dua ragam ibadah tersebut, di dalam bulan Ramadhan masih banyak terbuka peluang amal ibadah unggulan lainnya yang juga disyariatkan. Mari kita telusuri satu persatu secara singkat, dan berusaha kita jalankan selagi masih ada kesempatan di bulan Ramadhan kali ini.
  1. Memperbanyak Sedekah
  2. Dari Ibnu Abbas RA. Berkata: “Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan. Dan kedermawanannya lebih lagi pada bulan Ramadhan ketika Jibril menemuinya. dan Jibril menemuinya setiap malam di bulan Ramadhan untuk tadarus Al-Qur’an. Sungguh Rasulullah SAW lebih murah hati melakukan kebaikan daripada angin yang berhembus”. ( Shahih Al Bukhari)
  3. Menyediakan hidangan berbuka
  4. Rasulullah SAW bersabda :“Barang siapa yang memberi hidangan berbuka untuk orang yang berpuasa maka dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sama sekali.” (HR. Tirmidzi. Dia berkata, “Hadits hasan shahih.”)
  5. Menjalankan I’tikaf di Akhir Ramadhan
Akhirnya, Mari bersama menguatkan tekad, saling menasehati satu sama lainnya, seraya memohon kekuatan kepada Allah SWT agar benar-benar kita bisa menghiasi Ramadhan ini dengan sepenuh amal kebaikan.

Kesalahan Orang Berpuasa

Sesungguhnya setiap ibadah mempunyai dua potensi yang selalu beriringan satu sama lainnya. Satu sisi sebuah ibadah mungkin akan menjadi ladang pahala kita yang akan kita panen di kampung akhirat nanti. Tapi sisi lain, jika kita tidak memenuhi syarat, adab dan rukunnya bisa jadi sebuah ibadah justru menjadi fitnah bagi kita di hari akhir nanti. Naudzu billah min dzalika ... Contoh yang paling jelas dalam masalah ini terdapat dalam sebuah ayat yang sudah sama-sama kita hafal bersama, dalam surat al-Maun disebutkan ancaman Allah SWT kepada orang-orang yang shalat. Allah berfirman dalam kitabnya yang mulia :
“ Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya” (QS:Al Maun 3)
Ayat di atas begitu lugas mengingatkan pada kita bahwa sholat bisa menjadi fitnah dan ancaman di akhirat nanti saat kita menjalankan tidak sesuai aturannya. Lalu bagaimana dengan ibadah puasa Ramadhan kita ? Apakah ada ancaman tentang puasa yang kita jalankan ? Sungguh setidaknya ada dua dalil yang juga mengingatkan kita dengan gamblang tentang bahayanya orang berpuasa jika tidak memenuhi adab dan aturannya. Dalil pertama, Rasulullah SAW telah memberikan prediksi bagaimana banyak orang yang berpuasa tanpa hasil apapun keculai hanya lapar dahaga. Beliau bersabda dari lisannya yang mulia :
“ Betapa Banyak Orang berpuasa tapi tidak mendapat (pahala) apa-apa dari puasanya kecuali hanya lapar, dan betapa banyak orang yang sholat malam (tarawih) tapi tidak mendapatkan apa-apa selain begadang saja” (HR An-Nasai)
Dalil di atas seharusnya menjadi warning atau peringatan dini bagi kita dalam meniti hari-hari Ramadhan kita, agar tidak termasuk golongan yang celaka dalam arti berpuasa tanpa pahala. Peringatan berikutnya adalah dalam lafadz doa Jibril alaihissalam, dimana ia mendoakan keburukan kepada mereka yang mendapati Ramadhan tapi tidak mendapat ampunan dari Allah SWT. Diriwayatkan dalam hadits yang panjang :
“Dari Abu Hurairah: Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam naik mimbar lalu bersabda: ‘Amin, Amin, Amin’. Para sahabat bertanya : “Kenapa engkau berkata demikian, wahai Rasulullah?” Kemudian beliau bersabda, “Baru saja Jibril berkata kepadaku: ‘Allah melaknat seorang hamba yang melewati Ramadhan tanpa mendapatkan ampunan’, maka kukatakan, ‘Amin’, kemudian Jibril berkata lagi, ‘Allah melaknat seorang hamba yang mengetahui kedua orang tuanya masih hidup, namun tidak membuatnya masuk Jannah (karena tidak berbakti kepada mereka berdua)’, maka aku berkata: ‘Amin’. Kemudian Jibril berkata lagi. ‘Allah melaknat seorang hambar yang tidak bershalawat ketika disebut namamu’, maka kukatakan, ‘Amin” (HR Ibnu Khuzaimah dishahihkan oleh Albani )
Naudzu billah tsumma naudzu billah ... ibaratnya dalam pepatah bahasa kita, sudah jatuh tertimpa tangga. Tidak mendapatkan ampunan dalam ramadhan sudah merupakan musibah luar biasa, belum lagi ditambah doa laknat dari Jibril yang diaminkan oleh Rasulullah SAW yang mulia ..!. Semoga kita tidak termasuk dalam dua golongan yang disebutkan dalam dua hadits yang saya sebutkan di atas. Rasanya menjadi penting bagi kita untuk mengetahui mengapa orang yang berpuasa bisa mendapat kecelakaan yang sedemikian buruk semacam itu. Setidaknya ada empat kesalahan orang berpuasa yang bisa menjerumuskan mereka dalam dosa dan kehinaan, mari bersama merenungkannya. Lalu apa saja kesalahan orang berpuasa tersebut :
  1. Mereka yang berpuasa tanpa keikhlasan
  2. Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang sudah sangat populer di telinga kita : “Innamal a’maalu binniyaaat. Yaitu : Sesungguhnya setiap amal bergantung pada niatnya” ( HR Muttafaqi Alaih). Maka berpuasa tanpa keikhlasan ibaratnya surat perjanjian tanpa stempel dan materai, menjadi tidak berlaku dan sia sia begitu saja. Pertanyaannya adalah, puasa semestinya melatih orang untuk ikhlas, karena ia merupakan ibadah antara seorang hamba dan Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda : Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi SAW bersabda: “Semua amal manusia adalah miliknya, kecuali puasa, sesungguhnya ia adalah milik-Ku dan Aku yang akan memberikan balasannya” (H.R. Bukhari). Tapi sungguh sayang sekali, ternyata masih ada yang ternoda keikhlasannya dalam berpuasa karena godaan riya, harta maupun kecenderungan diri pribadi. Puasa diliputi riya, karena ingin dianggap, dihargai dan dipuji orang lain sebagai orang yang berpuasa. Bisa jadi karena ewuh pakewuh dengan mertua, atau takut dengan pimpinan di kantor, atau mungkin ingin eksis di tengah rekan sejawat. Semua itu sungguh meluruhkan pahala puasa yang mulia. Ada pula orang yang berpuasa karena mengincar harta, mungkin saja ini lebih banyak terjadi pada anak-anak kita yang mengidamkan hadiah dari para orangtua saat lebaran nanti, karena mampumenyelesaikan puasa dengan sempurna. Selain itu, ada juga yang berpuasa dengan bersemangat, bukan karena kewajiban semata tetapi juga karena keinginan pribadi untuk diet dan menurunkan berat badan. Sungguh ini semua jika tidak dihapus dalam hati, akan mengotori keikhlasan puasa kita, dan kita terjerumus dalam golongan mereka yang berpuasa tanpa pahala.
  3. Mereka yang berpuasa tanpa ilmu
  4. Tidak mengetahui mana yang membatalkan dan mana yang tidak. Maka mereka menjalani puasa tanpa aturan, atau memahami tidak dengan sepenuhnya benar. Akibatnya, puasa mereka menjadi begitu rapuh dan tanpa makna. Menyangka telah melakukan hal yang benar padahal sejatinya salah. Dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda :“seorang faqih (ahli ilmu agama) lebih ditakuti syetan dari pada seribu ahli ibadah (tanpa ilmu) “. (HR Ibnu Majah) Maka marilah meningkatkan kualitas ibadah puasa kita dengan memahami sepenuhnya hukum-hukum seputarnya. Mari terus membaca, mengkaji dan bertanya, agar bisa menjalankan seluruh rangkaian ibadahnya dengan keyakinan yang nyaris sempurna.
  5. Mereka yang berpuasa hanya dari makan minum dan berhubungan badan semata, dan merasa bahwa dengan itu mereka sudah memenuhi semua ketentuan dan tuntutan puasa
  6. Barangkali kita perlu mengingat lebih dalam himbauan rasulullah SAW berkaitan dalam masalah ini : ْ “Barang siapa yang tidak meninggalkan berkata dusta dan beramal kedustaan, maka Allah SWT tidak membutuhkan dia meninggalkan makan dan minumnya” (HR Bukhori) Mereka dalam masalah ini berpuasa tetapi tidak mampu menundukkan nafsu dan emosinya. Maka mereka menodai siang hari ramadhan dengan lisan yang tak terjaga dari ghibah, marah dan berkata dusta, atau anggota badan yang tidak terjaga dari dosa dan kemaksiatan. Kaum muslimin yang berbahagia .
  7. Mereka yang menjalankan ibadah puasa dengan penuh kemalasan
  8. Dalam arti tidak menyadari kemuliaan bulan Ramadhan yang bertaburan berkah. Mereka tidak menyadari dan memahami bahwa Ramadhan bukan hanya bulan puasa saja, tetapi lebih dari itu ia adalah bulan musim kebaikan yang disyariatkan banyak amal kebaikan. Rasulullah SAW bersabda tentang bulan mulia ini : “(Bulan dimana) dibuka pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, syetan-syetan dibelenggu. Dan berserulah malaikat : wahai pencari kebaikan, sambutlah. Wahai pencari kejahatan, berhentilah” (demikian) sampai berakhirnya ramadhan ( HR Ahmad) Golongan ini berpuasa tetapi tidak menjalankan tarawih, tilawah dan tadarus. Tidak pula berusaha untuk bersedakah, memberi berbuka pada orang yang berpuasa. Atau tidak pula menyempatkan diri untuk i’tikaf dan amal kebaikan secara umum. Mereka hanya berpuasa dan menjadikan puasa sebagai alasan untuk bermalas-malasan di siang hari, lalu makan pestapora di malam hari.
Akhirnya, semoga kita terhindar dari peringatan Rasulullah SAW tentang mereka yang berpuasa tapi sia-sia dalam pahalan dan keutamannya. Semoga Allah SWT menjaga kita agar tidak terjerumus dalam empat golongan mereka yang berpuasa tapi celaka. Wallahu a’lam bisshowab

Amal Unggulan di Bulan Puasa – Part 1

Marilah kembali kita bersyukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan kita peluang pahala begitu besar di bulan Ramadhan yang mulia ini. Mari meniti hari demi hari di bulan ini, dengan kesungguhan amal dan kekhusyukan dalam hati kita. Sepenuh doa keselamatan dan kesejahteraan semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, yang memberikan contoh begitu jelas kepada kita, bagaimana mengisi bulan Ramadhan dengan penuh amal kebajikan. Sejak awal Ramadhan memang telah dijadikan oleh Allah SWT sebagai bulan musim kebaikan, dimana setiap pecinta kebaikan diundang untuk berlomba-lomba memanfaatkan kesempatan dan hari-harinya yang singkat, dengan memenuhinya dengan amal kebaikan yang bermacam-macam. Rasulullah SAW menyebutkan ciri khusus bulan Ramadhan :
“(Bulan dimana) dibuka pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, syetan-syetan dibelenggu. Dan berserulah malaikat : wahai pencari kebaikan, sambutlah. Wahai pencari kejahatan, berhentilah (demikian) sampai berakhirnya ramadhan”. ( HR Ahmad).
Maka inilah yang harus kita yakini dalam hati, sejak awal menyambut Ramadhan visi kita adalah menjadikannya sebagai ladang amal kebaikan dan keberkahan. Adalah sebuah kesalahan jika ada yang memandang bahwa kemuliaan Ramadhan hanya terkait keistimewaan ibadah puasa saja. Rasulullah SAW dan para sahabat telah mencontohkan dengan jelas kepada kita, melalui banyak riwayat shohih yang tersebar di kitab para ulama. Bagaimana mereka mengisi Ramadhan dengan berbagai amal kebaikan begitu rupa, berlomba dan terus berlomba seolah tak rela jika bulan ini hanya berhiaskan kemalasan dan duduk semata. Lantas apa sajakah amal kebaikan dan ibadah unggulan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan pada sahabat di hari-hari Ramadhan yang penuh berkah ? Mari sejenak kita mengkajinya dengan singkat satu demi satu, agar memotivasi kita untuk mampu menjalankannya di bulan Ramadhan yang telah berjalan beberapa hari ini.

  1. Menjalankan Sholat Tarawih atau Qiyam Ramadhan.
  2. Salah satu yang menjadi ciri khas bulan Ramadhan adalah shalat tarawih berjamaah. Bulan Ramadhan menjadi begitu semarak di malam hari karena pelaksanaan sholat tarawih berjamaah. Riwayat tentang keutamaan qiyam ramadhan atau sholat tarawih ini begitu sering kita dengar di hari-hari ini, dan bahkan telah kita hafal tanpa sengaja. Rasulullah SAW bersabda dengan lisannya yang mulia : ”Barang siapa melakukan qiyam ramadhan dengan iman dan pengharapan, maka akan diampuni dosa-dosanya terdahulu”. (HR Bukhori). Menjalankan sholat tarawih dengan penuh keimanan dan keyakinan akan keutamannya pahalanya, akan membuahkan gugurnya dosa-dosa kita yang terdahulu. Karenanya, ini menjadi amal unggulan di bulan Ramadhan yang sungguh sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja. Sejarah pelaksanaan sholat tarawih berjamaah ini tidak lepas dari peran seorang sahabat yang mulia, beliau Al Faruuq Umar bin Khottob ra. Dahulu pada awalnya Rasulullah SAW mengajak beberapa sahabat untuk menjalankan qiyamur ramadhan, namun dari hari ke hari kaum muslimin bersemangat dan jumlahnya terus bertambah, hingga akhirnya Rasulullah SAW menyuruh untuk sholat sendiri-sendiri di rumah karena takut hal tersebut menjadi wajib bagi umatnya. Ini adalah bentuk kasih sayang seorang pemimpin terhadap umatnya. Namun waktu terus berjalan, ketika Umar melihat para sahabat di Madinah sholat sendiri-sendiri saat malam Ramadhan menjelang, maka kemudian beliau berinisiatif dan berijtihad untuk mengumpulkan kembali kaum muslimin dalam sholat tarawih berjamaah dan memerintahkan sahabat Ubay bin Ka’ab ra sebagai imamnya. Maka marilah kita terus berusaha istiqomah menjalankan sholat tarawih berjamaah, agar menambah syiar dan cahaya bulan Ramadhan. Sholat tarawih hendaknya kita kerjakan dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati, bukan hanya ewuh pakewuh karena dilihat anak dan istri, kerabat, atau karena sesuatu yang bukan karena Allah SWT. Sholat tarawih juga hendaknya kita jalankan dengan penuh kekhusyukan, bukan malah sebaliknya, mengerjakan dengan cepat, terengah-engah, bahkan jauh dari kekhusyukan dan ketenangan. Kita bisa bercermin bagaimana Rasulullah SAW begitu bersungguh-sungguh dalam qiyamul lailnya, bahkan hingga kaki beliau yang mulia bengkak-bengkak karena begitu lamanya beliau berdiri bermunajat kepada Ilahi. Semoga kita mampu menghayati dan menjalani, ibadah tarawih ramadhan yang benar-benar membantu kita lebih dekat kepada Allah SWT.
  3. Tilawah dan Tadarus atau Mempelajari AlQuran.
  4. Bulan Ramadhan adalah syahrul quran, bulan Al-Quran. Bukan saja karena Al-Quran turun di dalam bulan Ramadhan, namun karena memang salah satu agenda dan amalan Ramadhan adalah membaca dan mempelajari Al-Quran. Inilah salah satu sunnah dalam bulan Ramadhan yang begitu jelas dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Dalam sebuah riwayat ibnu Abbas menceritakan : ”Adalah Jibril menemui Rasulullah tiap malam dalam bulan ramadhan dan bertadarus Al-Quran”. (HR Bukhori). Sudah menjadi kebiasaan baik yang ada di masyarakat kita, bersama-sama membaca dan saling menyimak bacaan Al-Quran yang sering disebut dengan tadarusan. Begitu pula dengan kebiasaan lain yaitu mengkhatamkan al-Quran dalam 30 hari Ramadhan ini. Ini semua harus kita jaga dan syukuri, dan tentu tidak lupa kita berusaha untuk meningkatkan dari hari ke hari, bukan hanya sekedar membaca atau tilawah, namun juga mempelajari dan memahami makna-maknanya. Mengingat makna tadarus sendiri secara bahasa adalah : saling belajar dan mempelajari Al-Quran. Hal ini menjadi amal terbaik yang pernah Rasulullah SAW promosikan di hadapan para sahabat, beliau bersabda dengan gamblang : “yang terbaik di antara kalian adalah mereka yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya kepada yang lain“. (HR Bukhori) Maka setiap kita bisa berusaha untuk mempelajari dan mengajarkan Al-Quran, dari yang mulai sederhana ; belajar dan mengajarkan membaca Al-Quran huruf per huruf, belajar dan mengajarkan tafsir atau makna ayat per ayat dari Al-Quran, atau bahkan hingga belajar memahami makna dan kandungan hukum yang ada dalam Al-Quran. Ini semua tentu bukan hal yang mudah, namun Bulan Ramadhon adalah waktu yang tepat untuk memulai atau meningkatkan kedekatan kita terhadap Al-Quran. Marilah kita menyediakan waktu khusus dalam hari-hari kita di bulan Ramadhan ini, bukan hanya sekedar membaca Al-Quran siang dan malam, namun juga mencoba untuk memahami dan mentadaburinya. Terlebih lagi saat ini begitu banyak ceramah, kajian, pengajian yang membahas seputar Al-Quran dan tafsirnya, maka akan sangat indah dan berkesan Ramadhan kita jika kita mampu menghadiri majelis-majelis ilmu semacam itu. Kita juga perlu mengingat, bahwa hakikat kemuliaan Al-Quran akan dapat kita rasakan, dengan benar-benar mentadabburi ayat-ayatnya, sebagaimana jelas disebutkan dalam Al-Quran : “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatNya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran”. (Q.S.SHood :29)
Akhirnya, sholat tarawih dan tilawah al-Quran adalah dua dari sekian banyak amal unggulan di bulan Ramadhan. Mari bersama menguatkan tekad, saling menasehati satu sama lainnya, seraya memohon kekuatan kepada Allah SWT agar benar-benar kita bisa menghiasi Ramadhan ini dengan sepenuh amal kebaikan.
washholatu wassalamu ala Rasulillah wa ‘ala aalihi wa ashabihi ajma’iin...

Kunci Sukses Ramadhan

Ramadhan telah beberapa hari ini kita lalui banyak hal yang bias kita lakukan untuk menambah pahala dibulan penuh rahmat ini. Sesungguhnya bulan Ramadhan yang mulia ini akan terasa begitu singkat. Hari-harinya akan berlalu begitu cepat, meninggalkan kita penuh penyesalan jika tidak segera tersadar untuk mengisinya dengan berbagai kebaikan. Isyarat begitu dalam tentang hari-hari Ramadhan kita dapatkan setelah ayat perintah kewajiban berpuasa, dimana Allah SWT berfirman :
“ Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu “ (QS Baqoroh 183-184).
Hanya beberapa hari tertentu saja, karena ia tidak akan lebih dari 29 atau 30 hari. Karenanya, tanpa mengetahui seluk beluk dan keutamaan ragam amal dalam Ramadhan, bisa jadi Ramadhan yang singkat akan benar-benar berlalu begitu saja, nyaris tanpa amal dan kenangan yang berarti. Naudzubillah tsumma naudzu billah ….
Setidaknya ada lima kunci sukses Ramadhan, yang jika kita menjalankannya dengan baik , insya Allah akan menjadikan Ramadhan kita lebih berharga, lebih terasa, dan lebih berkah insya Allah. Dengan lima hal tersebut, kita bisa meniti hari-hari Ramadhan dengan dipenuhi amal yang baik dan disyariatkan. Adapun lima hal tersebut adalah :

  1. Menghayati Hikmah dan Manfaat Puasa bagi Kita
  2. Jika seorang memahami maksud, hikmah dan manfaat dari apa yang dilakukan, maka tentulah ia akan menjalankannya dengan ringan dan senang hati. Maka begitu pula seorang yang berpuasa, ketika ia benar-benar mampu menghayati hikmah puasa, maka ibadah yang terlihat berat ini akan dijalani dengan penuh kekhusyukan dan hati yang ringan. Diantara hikmah puasa antara lain adalah : Menjadi madrasah ketakwaan dalam diri kita, sebagaimana isyarat Al-Quran ketika berbicara kewajiban puasa, yaitu la’allakum tattaqun .. agar supaya engkau bertakwa. Hikmah puasa yang lain adalah menggugurkan dosa-dosa kita yang terdahulu, sebagaimana disebutkan dalam banyak riwayat seputar keutamaan ibadah puasa Ramadhan. Hikmah puasa berikutnya tentu saja menjadikan kemuliaan tersendiri bagi yang menjalaninya saat hari kiamat nanti. Jangankan amal ibadahnya, bahkan bau mulut orang yang berpuasa pun menjadi tanda kemuliaan tersendiri di akhirat nanti. Subhanallah, Rasulullah SAW bersabda : “ Sungguh bau mulut orang yang berpuasa, lebih wangi di sisi Allah SWT dari aroma kesturi “ (HR Bukhori). Dengan memahami hikmah puasa yang begitu besar dan mulia bagi diri kita, maka insya Allah membuat kita lebih semangat dalam menjalani hari-hari Ramadhan kita.
  3. Mengetahui fiqh dan aturan-aturan dalam Ibadah Puasa
  4. Dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda : “Seorang faqih (ahli ilmu agama) lebih ditakuti syetan dari pada seribu ahli ibadah (tanpa ilmu)”. (HR Ibnu Majah). Hadits diatas menegaskan kepada kita tentang urgensinya beribadah dengan ilmu. Bahkan salah satu syarat diterimanya ibadah adalah ittiba atau sesaui aturan dan sunnah Rasulullah SAW. Dalam kaitannya dengan puasa, sungguh ibadah ini mempunyai kekhususan dalam aturan fiqhnya yang berbeda dengan lainnya. Para ulama pun menjadikan bab puasa sebagai pembahasan khusus dalam kitab fiqhnya. Kita perlu mengkaji ulang, bertanya dan mempelajari apa-apa yang belum sepenuhnya kita yakini atau kita ketahui. Agar kita mampu menjalani ibadah ini dengan baik tanpa keraguan sedikitpun. Hal yang penting kita ketahui utamanya tentang apa-apa yang dibolehkan, apa-apa yang membatalkan, siapa saja yang boleh berbuka dan apa konsekuensinya. Mari kita sempatkan dalam hari-hari ini untuk kembali mengkaji fiqh seputar puasa. Tidak ada kata terlambat untuk sebuah ilmu ibadah yang mulia.
  5. Menjaga Puasa kita agar tetap utuh pahalanya.
  6. Yang dimaksud menjaga puasa kita adalah upaya untuk menjadikan pahala puasa kita utuh. Dua cara yang harus kita lakukan dalam kaitannya dengan hal ini, yaitu menjalani sunnah-sunnah puasa, serta menjauhi hal-hal yang bisa mengurangi pahala dan hikmah puasa. Adapun sunnah-sunnah puasa, antara lain adalah mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka. Sunnah yang sederhana ini adalah bagian dari kemudahan dan keindahan syariat Islam. Kita diminta mengakhirkan sahur, sebagai persiapan untuk menjalani puasa seharian. Begitu pula kita diminta menyegerakan berbuka, sebagai kebutuhan fitrah manusia yang harus diperhatikan. Sunnah puasa lainnya adalah dengan berdoa sebelum dan saat berbuka, serta berbuka dengan seteguk air. Semoga sunnah yang sederhana ini bisa kita lakukan untuk mengoptimalkan pahala puasa kita. Menjaga puasa juga dengan menjauhi segala sikap dan tindakan yang akan mengurangi keberkahan puasa kita, seperti : marah tiada guna, emosional, berdusta dalam perkataan, ghibah, maupun kemaksiatan secara umum. Hal-hal semacam di atas, selain dilarang secara umum bagi seorang muslim, juga akan mempengaruhi kualitas puasanya di hadapan Allah SWT. Jauh-jauh hari Rasulullah SAW telah mengingatkan kepada kita : ”Betapa Banyak Orang berpuasa tapi tidak mendapat (pahala) apa-apa dari puasanya kecuali hanya lapar, dan betapa banyak orang yang sholat malam (tarawih) tapi tidak mendapatkan apa-apa selain begadang saja. (HR An-NAsai). Mari kita mengambil pelajaran dari hadits di atas, untuk kemudian meniti hari-hari ramadhan kita dengan penuh kehati-hatian dan perhitungan. Siapapun kita tidak akan pernah rela jika hanya mendapat lapar dahaga saja di bulan mulia ini.
  7. Menghias Puasa kita dengan Ragam Amal yang disyariatkan dalam Ramadhan
  8. . Sesungguhnya ibadah dalam bulan Ramadhan bukan hanya puasa saja. Tetapi banyak ragam ibadah yang juga disyariatkan dalam bulan penuh berkah ini. Mari kita menghias Ramadhan dengan ibadah-ibadah mulia tersebut, agar ramadhan sebagai madrasah ketakwaan benar-benar hadir dalam hidup kita. Rasulullah SAW telah memberikan contoh pada kita bagaimana beliau menghias hati-hati Ramadhannya dengan Tadarus Tilawah, memperbanyak sedekah, sholat tarawih, memberi hidangan berbuka, bahkan juga I’tikaf di masjid pada sepuluh hari yang terakhir. Jika kita ingin merasakan Ramadhan yang berbeda dan begitu bermakna, tentu menjadi penting bagi kita untuk menghias Ramadhan kita dengan amal ibadah tersebut. Keberkahan Ramadhan akan begitu terasa paripurna dalam hati kita. Amin Allahumma Amiin …
  9. Mempertahankan atau menjaga semua amal dengan istiqomah hingga akhir Ramadhan.
  10. Bulan ramdhan dipenuhi banyak amalan yang sungguh akan melelahkan sebagian besar orang. Karenanya kita sering menjadi saksi bagaimana kaum muslimin ‘berguguran’ dalam perlombaan Ramadhan ini sebelum mencapai garis finishnya. Sholat tarawih di masjid mulai menyusut sedikit demi sedikit seiring berlalunya hari-hari awal Ramadhan. Karenanya, merupakan hal yang tidak bisa dibantah adalah jika kesuksesan Ramadhan bergantung dari keistiqomahan kita menjalani semua kebaikan di dalamnya hingga akhir Ramadhan tiba. Syariat kita yang indah pun seolah memberikan motivasi di ujung ramadhan, agar kita bertambah semangat dalam beribadah, yaitu dengan menurunkan malam lailatul qadar yang mulia. Rasulullah SAW pun menjalankan I’tikaf untuk menutup bulan keberkahan ini. Beliau juga bersungguh-sungguh di penghujung Ramadhan. Ibunda Aisyah menceritakan kepada kita : Adalah Nabi SAW ketika masuk sepuluh hari yang terakhir (Romadhon), menghidupkan malam, membangunkan istrinya, dan mengikat sarungnya. (HR Bukhori dan Muslim).
Akhirnya, marilah kita berusaha menjalankan lima kunci sukses Ramadhan di atas, agar usaha kita mendapatkan keberkahan dan kesuksesan Ramadhan benar-benar terarah dengan baik dan optimal. Semoga Allah SWT memudahkan dan memberikan kekuatan kepada kita …
Allahumma sholli ala muhammad wa ‘ala aalihi wa ashabihi ajmain ..

Al-Quran Digital v2.1 + Terjemah Indonesia

Alhamdulillah, Marhaban ya Ramadhan...sahabat muslim dan muslimah sekalian, dalam postingan kali ini merupakan postingan spesial dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan yang Insyaallah tinggal beberapa hari lagi, sebagai seorang mukmin sejati tentunya ketika akan datang bulan suci ramadhan akan sangat bergembira sekali, banyak ibadah yang bisa dilakukan pada bulah penuh ampunan tersebut salah satunya dengan memperbanyak membaca Al-Qur'an. Kali inikami akan berbagi sebuah software islami yang semoaga bisa meniangkatkan kualitas iman dan takwa sahabat sekalian terutama pada baualan suci ramadhan mendatang. Al-Qur'an Digital v2.1 merupakan aplikasi yang memungkinkan kita bisa membaca Al-Qur'an pada kompi sahabat, dilengkapi dengan terjemahan bahasa Indonesia serta tafsirnya akan memudahkan kita dalam memahami isi dan makna dari tiap ayat yang kita baca. Seklain itu juga pada setiap Surat terdapat Mukkadimah yang memaparkan tentang pokok-pokok apa saja yang terkandung dalam surat tersebut. Untuk lebih jelasnya saahabat bisa mendownloadnya secara cuma-cuma pada link dibawah postingan ini.

Screenshoot



Link Download

Semoga bermanfaat dan menambah kualitas keimanan kita...Amin